Sabtu, 14 Maret 2009

Fluida

Tekanan dalam Fluida

tekanan pada fluidaPengantar

Pernahkah dirimu meminum es teh atau es sirup ? wah, jangankan es teh, semua minuman botol dan minuman kaleng pernah disikat :) saking kehausan, botol dan kalengnya juga dijilat… hehehe.. pisss.. maksud gurumuda, pernahkah dirimu meminum minuman menggunakan pipet alias penyedot ? kalau belum, segera meluncur ke warung atau toko terdekat dan bilang saja pada pelayan toko atau warung makan : “pak/bu.. boleh pinjam pipet sebentar ?…” Jangan lupa bawa uang receh untuk membeli seandainya permintaan anda di tolak. Setelah ada pipet, silahkan pergi ke ruang makan, ambil segelas air bening dan lakukan percobaan kecil-kecilan berikut ini… biar lebih keren, kali anda minum air putih (atau air bening ?) menggunakan pipet alias penyedot.. Nah, air putih kini terasa lebih nikmat. Setelah puas minum, sekarang coba anda masukan pipet tadi ke dalam gelas yang berisi air, lalu angkat kembali pipet tersebut. Apa yang anda amati ? biasa saja tuh.. ;) Oke.. sekarang, silahkan masukan pipet sekali lagi ke dalam gelas yang berisi air. Setelah itu, tutup salah satu ujung pipet (ujung pipet yang berada di luar gelas) menggunakan jari telunjuk anda. Nah, coba dirimu angkat pipet itu sambil tetap menutup lubang pipet bagian atas. Sulap fisika dimulai… aneh bin ajaib. Air terperangkap dalam pipet ? kok bisa ya ? waduh… bagaimanakah saya menjelaskannya ? gampang…. Ingin tahu mengapa demikian ? mari kita pelajari pokok bahasan Tekanan dengan penuh semangat. Setelah mempelajari pokok bahasan tekanan, dirimu akan dengan mudah menjelaskannya. Selamat belajar ya :)

Konsep Tekanan pada Fluida

Dalam ilmu fisika, Tekanan diartikan sebagai gaya per satuan luas, di mana arah gaya tegak lurus dengan luas permukaan. Secara matematis, tekanan dapat dinyatakan dengan persamaan berikut ini :

P = tekanan, F = gaya dan A = luas permukaan. Satuan gaya (F) adalah Newton (N), satuan luas adalah meter persegi (m2). Karena tekanan adalah gaya per satuan luas maka satuan tekanan adalah N/m2. Nama lain dari N/m2 adalah pascal (Pa). Pascal dipakai sebagai satuan Tekanan untuk menghormati om Blaise Pascal. Kita akan berkenalan lebih dalam dengan om Pascal pada pokok bahasan Prinsip Pascal.

Ketika kita membahas Fluida, konsep Tekanan menjadi sangat penting. Ketika fluida berada dalam keadaan tenang, fluida memberikan gaya yang tegak lurus ke seluruh permukaan kontaknya. Misalnya kita tinjau air yang berada di dalam gelas; setiap bagian air tersebut memberikan gaya dengan arah tegak lurus terhadap dinding gelas. jadi setiap bagian air memberikan gaya tegak lurus terhadap setiap satuan luas dari wadah yang ditempatinya, dalam hal ini gelas. Demikian juga air dalam bak mandi atau Air kolam renang. Ini merupakan salah satu sifat penting dari fluida statis alias fluida yang sedang diam. Gaya per satuan luas ini dikenal dengan istilah tekanan.

Mengapa pada fluida diam arah gaya selalu tegak lurus permukaan ? masih ingatkah dirimu dengan eyang Newton ? nah, Hukum III Newton yang pernah kita pelajari mengatakan bahwa jika ada gaya aksi maka akan ada gaya reaksi yang besarnya sama tetapi berlawanan arah. Ketika fluida memberikan gaya aksi terhadap permukaan, di mana arah gaya tidak tegak lurus, maka permukaan akan memberikan gaya reaksi yang arahnya juga tidak tegak lurus. Hal ini akan menyebabkan fluida mengalir. Tapi kenyataannya khan fluida tetap diam. Jadi kesimpulannya, pada fluida diam, arah gaya selalu tegak lurus permukaan wadah yang ditempatinya.

Sifat penting lain dari fluida diam adalah fluida selalu memberikan tekanan ke semua arah. Masa sich ? Untuk lebih memahami penjelasan ini, silahkan masukan sebuah benda yang bisa melayang ke dalam gelas atau penampung (ember dkk) yang bersisi air. Jika air sangat tenang, maka benda yang anda masukan tadi tidak bergerak karena pada seluruh permukaan benda tersebut bekerja tekanan yang sama besar. Jika tekanan air tidak sama besar maka akan ada gaya total, yang akan menyebabkan benda bergerak (ingat hukum II Newton)

Pengaruh kedalaman terhadap Tekanan

Pada penjelasan di atas, gurumuda sudah menjelaskan kepada dirimu tentang dua sifat fluida statis (fluida diam), yakni memberikan tekanan ke segala arah dan gaya yang disebabkan oleh tekanan fluida selalu bekerja tegak lurus terhadap permukaan benda yang bersentuhan dengan fluida tersebut. Ilustrasi yang kita gunakan adalah zat cair (air). Nah, bagaimana pengaruh kedalaman (atau ketinggian) terhadap tekanan ? apakah tekanan air laut pada kedalaman 10 meter sama dengan tekanan air laut pada kedalaman 100 meter, misalnya ?

Semua penyelam akan setuju jika gurumuda mengatakan bahwa tekanan di danau atau di lautan akan bertambah jika kedalamannya bertambah. Silahkan menyelam dalam air kolam atau air sumur… hehe.. lebih keren dirimu pernah mandi air laut dan bahkan pernah menyelam ke bagian laut yang dalam. Semakin dalam menyelam, perbedaan tekanan akan membuat telinga kita sakit. Gurumuda pernah mencobanya di kampoeng. Kok bisa ? Agar dirimu lebih memahami penjelasan gurumuda, mari kita tinjau tekanan air pada sebuah wadah sebagaimana tampak pada gambar. Tinggi kolom cairan adalah h dan luas penampangnya A. Bagaimana tekanan air di dasar wadah ?

Keterangan : w adalah berat air, h = ketinggian kolom air dalam wadah yang berbentuk silinder, A = luas permukaan dan P adalah tekanan.

Massa kolom zat cair adalah :

Jika kita masukan ke dalam persamaan Tekanan, maka akan diperoleh :

Pa = tekanan atmosfir. Pada gambar di atas tidak digambarkan Pa, tapi dalam kenyataannya, bila wadah yang berisi air terbuka maka pada permukaan air bekerja juga tekanan atmosfir yang arahnya ke bawah. Tergantung permukaan wadah terbuka ke mana. Jika permukaan wadah terbuka ke atas seperti pada gambar di atas, maka arah tekanan atmosfir adalah ke bawah. Mengenai tekanan atmosfir selengkapnya bisa dibaca pada penjelasan selanjutnya. Tuh di bawah…

Berdasarkan persamaan di atas, tampak bahwa tekanan berbanding lurus dengan massa jenis dan kedalaman zat cair (percepatan gravitasi bernilai tetap). Jika kedalaman zat cair makin bertambah, maka tekanan juga makin besar. Ingat bahwa cairan hampir tidak termapatkan akibat adanya berat cairan di atasnya, sehingga massa jenis cairan bernilai konstan di setiap permukaan. Jika perbedaan ketinggian sangat besar (untuk laut yang sangat dalam), massa jenis sedikit berbeda. Tapi jika perbedaan ketinggian tidak terlalu besar, pada dasarnya massa jenis zat cair sama (atau perbedaanya sangat kecil sehingga diabaikan).

Kita juga bisa menggunakan persamaan di atas untuk menghitung perbedaan tekanan pada setiap kedalaman yang berbeda. Kita oprek lagi persamaan di atas menjadi :

Tekanan Atmosfir (Tekanan Udara)

Sadar atau tidak setiap hari kita selalu “diselimuti” oleh udara. Ketika kita menyelam ke dalam air, semua bagian tubuh kita diselubungi oleh air. Semakin dalam kita menyelam, semakin besar tekanan yang kita rasakan. Nah, sebenarnya setiap hari kita juga diselubungi oleh atmosfir yang selalu menekan seluruh bagian tubuh kita seperti ketika kita berada di dalam air. Seperti pada air laut, permukaan bumi bisa kita ibaratkan dengan “dasar laut” atmosfir. Jika benar atmosfir juga menekan seluruh bagian tubuh kita setiap saat, mengapa kita tidak merasakannya, sebagaimana jika kita berada di dasar laut ? jawabannya adalah karena sel-sel tubuh kita mempertahankan tekanan dalam yang besarnya hampir sama dengan tekanan luar. Hal ini yang membuat kita tidak merasakan efek perbedaan tekanan tersebut.

Pada pembahasan sebelumnya, telah dijelaskan bahwa kedalaman zat cair mempengaruhi besarnya tekanan zat cair tersebut. Semakin dalam lautan, semakin besar tekanan air laut pada kedalaman tertentu. Bagaimana dengan atmosfir alias udara ?

Sebagaimana setiap fluida, tekanan atmosfir bumi juga berubah terhadap kedalaman (atau ketinggian). Tetapi tekanan atmosfir bumi agak berbeda dengan zat cair. Perubahan massa jenis zat cair sangat kecil untuk perbedaan kedalaman yang tidak sangat besar, sehingga massa jenis zat cair dianggap sama. Hal ini berbeda dengan massa jenis atmosfir bumi. Massa jenis atmosfir bumi bervariasi cukup besar terhadap ketinggian. Massa jenis udara di setiap ketinggian berbeda-beda sehingga kita tidak bisa menghitung tekanan atmosfir menggunakan persamaan yang telah diturunkan di atas. Selain itu tidak ada batas atmosfir yang jelas dari mana h dapat dukur. Tekanan atmosfir juga bervariasi terhadap cuaca. Jika demikian, bagaimana kita mengetahui besarnya tekanan udara ? untuk mengetahui tekanan atmosfir, kita melakukan pengukuran.

Pengukuran Tekanan

Pernahkah dirimu mendengar nama paman Torricelli ? kalau belum, mari kita berkenalan dengan paman Torricelli. Paman Evangelista Torricelli (1608-1647), murid eyang Galileo, membuat suatu metode alias cara untuk mengukur tekanan atmosfir pada tahun 1643 menggunakan barometer air raksa hasil karyanya. Barometer tersebut berupa tabung kaca yang panjang, di mana dalam tabung tersebut diisi air raksa. Nah, tabung kaca yang berisi air raksa tersebut dibalik dalam sebuah piring yang juga telah diisi air raksa (lihat gambar di bawah ya)

Catatan : dirimu jangan bingung mengapa permukaan air raksa melengkung. Nanti akan gurumuda jelaskan pada pokok bahasan tegangan permukaan

Ketika tabung kaca yang berisi air raksa dibalik maka pada bagian ujung bawah tabung (pada gambar terletak di bagian atas) tidak terisi air raksa, isinya cuma uap air raksa yang tekanannya sangat kecil sehingga diabaikan (p2 = 0). Pada permukaan air raksa yang berada di dalam piring terdapat tekanan atmosfir yang arahnya ke bawah (atmosfir menekan air raksa yang berada di piring). Tekanan atmosfir tersebut menyanggah kolom air raksa yang berada dalam pipa kaca. Pada gambar, tekanan atmosfir dilambangkan dengan po. Besarnya tekanan atmosfir dapat dihitung menggunakan persamaan :

Berdasarkan hasil pengukuran, rata-rata tekanan atmosfir pada permukaan laut adalah 1,013 x 105 N/m2. Besarnya tekanan atmosfir pada permukaan laut ini digunakan untuk mendefinisikan satuan tekanan lain, yakni atm (atmosfir). Jadi 1 atm = 1,013 x 105 N/m2 = 101,3 kPa (kPa = kilo pascal). Satuan tekanan lain adalah bar (sering digunakan pada meteorologi). 1 bar = 1,00 x 105 N/m2 = 100 kPa.

Bagaimana nilai tekanan atmosfir di atas diperoleh ?

Pengkurannya menggunakan prinsip yang telah ditunjukan oleh paman torricelli di atas. Tinggi kolom air raksa yang digunakan adalah 76 cm (tekanan atmosfir hanya dapat menahan kolom air raksa yang tingginya hanya mencapai 76,0 cm), di mana suhu air raksa yang digunakan tepat 0o C dan besarnya percepatan gravitasi 9,8 m/s2. massa jenis air raksa pada kondisi ini adalah 13,6 x 103 kg/m3. Sekarang kita bisa menghitung besarnya tekanan atmosfir :

Alat pengukur tekanan

Terdapat banyak alat yang digunakan untuk mengukur tekanan, di antaranya adalah manometer tabung terbuka (lihat gambar di bawah).

Pada manometer tabung terbuka, di mana tabung berbentuk U, sebagian tabung diisi dengan zat cair (air raksa atau air). Tekanan yang terukur dihubungkan dengan perbedaan dua ketinggian zat cair yang dimasukan ke dalam tabung. Besar tekanan dihitung menggunakan persamaan :

Pada umumnya bukan hasil kali pgh yang dihitung melainkan ketinggian zat cair (h) karena tekanan kadang dinyatakan dalam satuan milimeter air raksa (mmhg) atau milimeter air (mm-H2O). Nama lain mmhg adalah torr (mengenang jasa paman Evangelista Torricelli).

Selain manometer, terdapat juga pengukur lain yakni barometer aneroid, baik mekanis maupun elektrik, termasuk alat pengukur tekanan ban dkk. Alat yang digunakan oleh paman torricelli untuk mengukur tekanan atmosfir disebut juga barometer air raksa, di mana tabung kaca diisi penuh dengan air raksa kemudian dibalik ke dalam piring yang juga berisi air raksa.

Tekanan Terukur, Tekanan gauge dan Tekanan absolut

Dirimu punya mobil atau sepeda motor/sepeda-kah ? jika punya bersyukurlah. Jika belum punya, silahkan bermain ke bengkel terdekat. Amati om-om yang bekerja di bengkel… wah, jangan pelototin om-nya dong, tapi perhatikan kegiatan mereka di bengkel, khususnya ketika mengisi udara dalam ban kendaraan (mobil atau sepeda motor). Biasanya mereka menggunakan alat ukur tekanan udara. Hal ini membantu agar tekanan udara ban tidak kurang/melebihi batas yang ditentukan. Nah, ketika om-om tersebut mengisi udara dalam ban, yang mereka ukur adalah tekanan udara dalam ban saja. Tekanan atmosfir tidak diperhitungkan. Bukan hanya ketika mengukur tekanan udara dalam ban, bola sepak dkk tetapi juga sebagian besar pengukuran tekanan lainnya, tekanan atmosfir tidak diukur. Tekanan yang dikur tersebut dinamakan tekanan terukur. Lalu apa bedanya dengan tekanan absolut ?

Tekanan absolut = tekanan atmosfir + tekanan terukur. Jadi untuk mendapatkan tekanan absolut, kita menambahkan tekanan terukur dengan tekanan atmosfir. Dengan kata lain, tekanan absolut = tekanan total. Secara matematis bisa ditulis :

p = pa + pukur

misalnya jika tekanan ban yang kita ukur = 100 kPa, maka tekanan absolut adalah :

p = pa + pukur

p = 101 kPa + 100 kPa

p = 201 kPa

Besarnya tekanan absolut = 201 kPa.

Terus pa = 101 kPa (101 kilo Pascal) datangnya dari mana ? sudah gurumuda jelaskan di atas. Baca kembali kalau dirimu sudah melupakannya…

Ada satu lagi istilah, yakni tekanan gauge alias tekanan tolok. Tekanan gauge merupakan kelebihan tekanan di atas tekanan atmosfir. Misalnya kita tinjau tekanan ban sepeda motor. Ketika ban sepeda motor kempes, tekanan dalam ban = tekanan atmosfir (Tekanan atmosfir = 1,01 x 105 Pa = 101 kPa). Jika dirimu ingin mengunakan ban tersebut sehingga sepeda motor yang “ditunggangi” bisa kebut-kebutan di jalan, maka dirimu harus mengisi ban tersebut dengan udara. Ketika ban diisi udara, tekanan ban pasti bertambah. Nah, ketika tekanan ban menjadi lebih besar dari 101 kPa, maka kelebihan tekanan tersebut disebut juga tekanan gauge. Begitu….

Tugas dari Gurumuda

Setelah mempelajari pokok bahasa Tekanan dalam fluida, silahkan menjawab pertanyaan berikut ini. Jawabannya akan kita bahas melalui kolom komentar…

Pertanyaan pertama :

Pada awal tulisan ini, dikatakan bahwa air bisa terperangkap dalam pipet. Mengapa demikian ? ini adalah sulap fisika. Hehe…. Apakah dirimu mengetahui jawabannya ? silahkan posting melalui kolom komentar saja ya… nanti akan dijelaskan. Jangan pernah takut salah menjawab… namanya juga manusia pasti bisa berbuat salah.

Pertanyaan kedua :

Pada penjelasan di atas, dikatakan bahwa tekanan atmosfir hanya mampu menahan kolom air raksa yang ketinggiannya hanya mencapai 76 cm. Ternyata tekanan atmosfir juga hanya mampu menahan kolom air (H2O) yang tingginya 10,3 meter (misalnya air yang ada dalam pipa). Pertanyaannya, dapatkah kita menyedot air dalam sumur yang kedalamannya lebih dari 10,3 meter menggunakan pompa vakum ? air dialirkan melalui pipa.

(pompa vakum tu pompa yang biasa dipakai jaman dulu untuk memompa air dari sumur. Mungkin sekarang jarang dipakai. Coba dirimu tanya pada ayah, ibu atau kakek atau nenek. Jangan tanya ke adikmu, ntar dirinya cuma bengong)

Referensi :

Giancoli, Douglas C., 2001, Fisika Jilid I (terjemahan), Jakarta : Penerbit Erlangga

Halliday dan Resnick, 1991, Fisika Jilid I, Terjemahan, Jakarta : Penerbit Erlangga

Kanginan, Marthen, 2000, Fisika 2000, SMU kelas 1, Caturwulan 2, Jakarta : Penerbit Erlangga

Tipler, P.A.,1998, Fisika untuk Sains dan Teknik-Jilid I (terjemahan), Jakarta : Penebit Erlangga

Young, Hugh D. & Freedman, Roger A., 2002, Fisika Universitas (terjemahan), Jakarta : Penerbit Erlangga

http://www.gurumuda.com/2008/12/tekanan-dalam-fluida/


13 komentar:

Anonim mengatakan...

menurut saya bahasan fluida inisangat membantu dalam memahami fluida yang sedang di pelajarkan jujur saja saya pada waktu belajar di kelas sulit untuk bisa memahami betul bahasan fluida tetapi dengan adanya bahasan ini cukup bisa membantu dalam memahamilebih lanjut apa yang telah diterangkan bapa dikelas. kalau boleh saya ingin menambahkan dari situs yang telah saya buka:
1.http://id.wikipedia.org/wiki/Dinamika_fluida
2.http://free.vlsm.org/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Fisika/0277%20Fis-1-4b.htm
3.http://www.pdf-search-online.com/contoh-soal-fluida-statis-tingkat-sma-pdf.html
4.http://www.unhas.ac.id/~mkufisika/bab6/md6c.html
pertanyaan :
flida statis
1. apa dan bagaimana fluida statis digunakan dalam kehidupan sehari- hari?
2.dari situs yang saya buka saya menemukan bahwa fluida statis di pengaruhi oleh kerapatan, pak tolong jelaskan kerapatanapa yang terjadi didalam fluida statis?
3.pak dengar - dengar fluida itu ad juga di benda padat seperti gelas tetapi katanya lambat, kenapa hal itu bisa terjadi?
4.tekanan fluida katanya memiliki variasi. pak tolong jelaskan variasi apa yang ada di fluida?
5.saya telah membaca di dalam bahasan fluida statis saya manemukan hukum pascal. apa hubungannya fluida statis dengan hukum pascal?

fluida dinamis
1.katanya fluida dinamis memiliki alirandalam pergerakkanya, apa saja aliran tersebut?
2.didalam fluida dinamis ada yang dinamakan persamaan kontinuitas. apa pengertian persamaan kontinuitas itu?
3. dengar dengar fluida dinamis ada hubunganya dengan karburator .apa hubungannya fluida dinamis dengan karburator?
4.diadalam bahasan flida dinamis ada hukum bernouli. apa yang dimaksud hukum itu?
5.pak flida itu kan dalam pengertianya itu adalah sesuatu yang mengalir. tetapi kok ada yang yang tidak mengalir, kenapa hal iru bisa terjadi jelaskan?




nama : teguh maulana y
kelas : XI IA 2

Anonim mengatakan...

assalamualaikum.........
menurut saya bahasan mengenai fluiuda sangat sulit untuk dimengerti....
saya lebih senang belajar dalam kelas dan mendapatkan penjelasan langsung dari guru,dibanding dengan hanya membaca saja tanpa mendapat penjelasan..

saya buka di situs http://id.wikipedia.org/wiki/dinamika_fluida, disitu dijelaskan bahwa dinamika fluida menawarkan struktur matematika yang membawahi aplikasi yang luas yang juga sering kali memerlukan hukum empirik dan semi empirik,diturunkan dari pengukuran arus untuk memenyelesaikan masalah praktikel...
yang jadi pertanyaannya,apa yang dimaksud dengan hukum empirik dan semi empirik???

nama:Suci Cahya Purnama
kelas:X1-IA 2

Anonim mengatakan...

assalamualaikum.....

saya ingin mencoba menjawab pertanyaan dari guru muda,
"mengapa air bisa terperangkap dalam pipet??"

mungkin karena ujung pipet itu tertutup oleh karet yang membuat air terperangkap di dalam pipet, karena tidak ada udara yang masuk....


saya hanya menebak,jadi maaf jika jawabannya jauh dari kata sempurna,
hehehe,,,,,,,


nama:Rismayani
kls:X1 IA 2

Anonim mengatakan...

Assalamualaikum.....

aduch pa, materi fluida susah...
saya akan lebih cepat mengerti jika langsung mendapat penjelasan dari bapak...

tapi saya ingin mencoba menjawab pertanyaan dari teman saya Teguh..

hukuk bornulli bebunyi
"dimana aliran kecepatan fluida tinggi,tekanan fluida tersebut menjadi rendah. Sebaliknyajika kecepatan aliran fluida rendah tekanannya menjadi tinggi"

nama:Rismayani
kls"X1 IA 2

Anonim mengatakan...

assalamualaikum....
pa,,materi fluida susah untuk dimengerti tanpa bimbingan langsung dari guru.

pa,,apakah kecepatan angin puting beliung dan pusaran air di laut dapat dihitung menggunakan rumus-rumus fluida???dan apakah ada hubumgannya dengan fluida??tolong jelaskan...!!!!

nama:Tuti Sumiati
kls:X1 IA 1

Anonim mengatakan...

assalamualaikum....
saya masih kurang begitu mengerti mengenai fungsi dan manfaat fluida dalam kehidupan seharu-hari..
bapak bilang fluida itu kan sesuatu yang mengalir,lalu apakah sesuatu yang tidak mengalir/diam dapat dihitung dengan menggunakan cara-cara fluida???
dan apakah pengertian dari mengalir itu harus selalu dari tempat yang tinggi menuju tempat yang lebih rendah????

nama:Fitri Aprianti
KLS:X1 IA 1

Anonim mengatakan...

assalamualaikum....

pa,contoh penerapan sistim fluida dalam kehidupan sehari-hari seperti apa???

hukum pascal berbunyi
"tekanan yang diberikan dalam suatu tempat tertutup akan diteruskan sama besar kesetiap bagian fluida dan dinding wadah".
maksudnya bagian fluida itu apa pa????

nama:Sani Agustiani
kls:X1 IA 1

Anonim mengatakan...

Assalamulaikum...
dari berita yang saya dengar,lapisan ozon yang menyelimuti bumi sudah rusak,bolong...
bahkan katanya lubangnya sudah sebesar benua Afrika.
lalu apakah kerusakan ozon itu akan mempengaruhi tekanan atmosfer di bumi????
menurut bapa solusi yang paling tepat untuk mencegah kerusakan yang lebih parah sebaiknya bagaimana???

nama:Siti Munisah
Kls:X1 IA 1

Anonim mengatakan...

saya akan mencoba menjawab pertanyaan dari Siti Munisah,

menurut saya, kerusakan lapisan ozon yang terjadi saat ini dapat mempengaruhi tekanan atmosfer dibumi,
suhun bumi akan menjadi semakin panas...
dasn menurut saya solusi yang paling tepat adalah dengan mengurangi penggunaan bahan-bahan kimia yang dapat membuat kerusakan ozon semakin parah.seperti asap pabrik,asap kendaraan bermotor dan bahn-bahan kimia yang digunakan pada alat-alat kecantikan....


saya rasa jawaban saya ini masih jauh dari sempurna,,maka dari itu tolong lengkapi jawaban saya ini!!!!


nama:Suci Cahya P
Kls: X1 ia 2

Anonim mengatakan...

assalamualaikum....
menurut penjelasan dari wikipedia indonesia dan penjelasan dari bapak diterangkan bahwa:

Mekanika fluida adalah subdisiplin dari mekanika kontinum yang mempelajari fluida (yang dapat berupa cairan dan gas). Mekanika fluida dapat dibagi menjadi fluida statik dan fluida dinamik. Fluida statis mempelajari fluida pada keadaan diam sementara fluida dinamis mempelajari fluida yang bergerak.

yang saya ingin tanyakan kenapa fluida itu sendiri tidak bisa menahan tekanan tangensial???




Nama : Tina Kamelang
Kelas : XI Ipa 2

Anonim mengatakan...

Assalamualaikum,,

Bahasan fluida ini cukup rumit juga bagi saya..
hmm saya ingin menjawab salah satu pertanyaan dari teguh. Apa hubungannya fluida dinamis dengan karburator?

fluida itu merupakan zat cair atau udara, pada karburator terjadi proses pencampuran dari udara dan bahan bakar zat cair seperti bensin dan udara untuk menghasilkan pembakaran. Dan dalam kehidupan sehari-hari fungsinya untuk menjalankan kendaraan bermotor dan hubungannya dengan manusia, manusia menggunakan penerapan hubungan antara fluida dinamis dengan karburator tersebut dalam kendaraan bermotor yang dia gunakan.
mungkin seperti itu,,

Nama : Neni Siti Nuraeni
Kelas : XI-IA 1

Anonim mengatakan...

Pak, knpa tekanan selalu berbeda pada setiap tempat??


Nama : Astri Dwi Utami
Kelas : XI IA 2

Teguh mengatakan...

Pak saya ingin menjawab pertanyaan dari Astri Dwi utami, tentang mengpa tekanan selalu berbeda pada setiap tempat....
karena tinggi rendahnya suatu tempat, menentukan besar dan kecil nya tekanan dan jika tekanan itu sama di setiap tempat, mungkin manusia tidak bisa hidup...
contohnya: bayangkan jika tekanan di laut yang sangat besar itu sama dengan di darat tempat kita tingga, bagaimna dengan nasib kita???....
trims...


_Teguh.H_
XI IA 1